Harlah ke-66 PMII: Jangan Biarkan PKC Kepri Membunuh Gerakan dari Dalam

Spread the love

 

Tanjungpinnag, Kepri – Gardatvnews.com Masih dalam gema peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-66 Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia pada 17 April, kader PMII Tanjungpinang–Bintan tidak larut dalam euforia semata. Momentum ini justru menjadi panggilan refleksi sekaligus perlawanan untuk membongkar persoalan yang selama ini tersembunyi di dalam tubuh organisasi, (22/4/2026)

Hari ini, kita tidak perlu mencari musuh ke luar. Musuh terbesar justru hadir dari dalam, ketika struktur yang seharusnya menghidupkan gerakan malah menjadi aktor yang mematikan denyut kaderisasi.

Pengurus Koordinator Cabang (PKC) PMII Kepulauan Riau kini tampak tidak lebih dari simbol kekuasaan tanpa makna. Alih-alih menjalankan fungsi koordinasi dan distribusi peran, PKC justru sibuk mengklaim gerakan atas nama kader se-Kepri tanpa kontribusi yang nyata. Ini bukan sekadar kelalaian, melainkan bentuk pengkhianatan terhadap ruh perjuangan PMII.

Ironisnya, di saat cabang-cabang berjuang dengan segala keterbatasan, PKC justru mempertontonkan gerakan yang minim substansi. Mereka mampu berziarah kepada yang telah tiada, namun pada saat yang sama “mematikan” cabang-cabang yang masih hidup. Ini bukan sekadar salah arah, tetapi menunjukkan kemunduran moral organisasi.

Di tengah kondisi tersebut, peran perwakilan PMII Kepulauan Riau di tingkat Pengurus Besar (PB) juga belum menunjukkan arah yang lebih progresif. Alih-alih menjadi jembatan strategis yang membawa gagasan besar dari pusat ke daerah, mereka justru terkesan bergerak sporadis, tanpa dampak yang jelas dan kehilangan orientasi perjuangan. Kehadiran di PB seharusnya menjadi energi penggerak bagi konsolidasi dan penguatan struktur daerah, bukan sekadar simbol representasi tanpa substansi.

Jika kondisi ini terus dibiarkan, yang hancur bukan hanya struktur organisasi, tetapi juga masa depan kaderisasi PMII di Kepulauan Riau.

Oleh karena itu, kader PMII Tanjungpinang–Bintan menyerukan:

  1. Hentikan klaim sepihak atas nama kader se-Kepri.
  2. Kembalikan fungsi PKC sebagai penggerak, bukan penghambat.
  3. Bangun kembali kepercayaan melalui kerja nyata, bukan simbolisme.

Kami juga mengajak seluruh kader, khususnya di Karimun, untuk bersatu dalam barisan refleksi dan perlawanan. Harlah ini harus menjadi titik balik—atau kita akan menyaksikan organisasi ini runtuh dari dalam oleh mereka yang seharusnya menjaganya.

(Andi E/S)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *