Kualitas Udara Memburuk, Warga Tanjungpinang Diimbau Kurangi Aktivitas Luar Ruangan

Kota Tanjungpinang – Kabut asap yang melanda sejumlah wilayah di Kepulauan Riau (Kepri) diperkirakan masih akan bertahan hingga beberapa hari mendatang. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi kondisi cuaca di Kepri umumnya cerah berawan, sementara potensi hujan masih relatif rendah.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II Raja Haji Fisabilillah BMKG Tanjungpinang, Ahmad Kosasih, menyampaikan bahwa hujan masih berpeluang terjadi dalam waktu dekat. Namun, hujan tersebut diperkirakan hanya terjadi secara lokal dengan intensitas ringan sehingga belum memberikan dampak signifikan terhadap kondisi kabut asap.
“Kalau posisi prediksi kita memang ada potensi hujan, tapi itu sangat lokal dan kondisinya ringan, itu pun baru kita memperkirakan,” ujar Ahmad, Senin (14/9/2026).
Selain kondisi cuaca, kabut asap yang berasal dari Kalimantan juga berpeluang terbawa masuk ke wilayah Kepri. Kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan masih terjadi dalam skala cukup besar. Kondisi angin yang bergerak dari arah tenggara hingga selatan turut berpotensi membawa asap menuju Kepri.
“Selama di Kalimantan kondisinya masih terbakar cukup masif, itu akan tetap berdampak,” ucapnya.
Ahmad menjelaskan, dalam tiga hari ke depan hingga 15 September 2026, peluang hujan lebih besar berada di wilayah Kepri bagian utara, termasuk Kabupaten Anambas. Sementara itu, wilayah Tanjungpinang dan Bintan diperkirakan masih memiliki potensi hujan yang rendah.
“Kalau saya lihat di wilayah Kepri bagian utara, yang masuk wilayah Anambas ada hujan, kalau di kita kebetulan tidak ada,” katanya.
Memburuknya kondisi kualitas udara juga menjadi perhatian Pemerintah Kota Tanjungpinang. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Tanjungpinang, Teguh Susanto, mengingatkan masyarakat untuk membatasi kegiatan di luar ruangan serta menggunakan masker saat beraktivitas.
“Indeks kualitas udara pagi ini tidak sehat bagi kelompok sensitif, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, dan penderita penyakit kronis. Kurangi aktivitas di luar ruangan dan gunakan masker,” ujar Teguh.
Kabut asap yang mulai dirasakan masyarakat turut berdampak terhadap aktivitas sehari-hari. Agung, warga Perumahan Kijang Kencana 3, mengatakan kondisi tersebut membuat jarak pandang ketika berkendara menjadi terganggu. Ia pun memilih menggunakan masker saat bepergian menggunakan sepeda motor.
“Saya pakai motor, jadi harus pakai masker karena selain mengganggu jarak pandang juga mengganggu pernapasan,” tutur Agung.
Ia berharap pemerintah dapat turut membantu masyarakat dalam menghadapi kondisi kabut asap, salah satunya melalui penyediaan masker bagi warga.
“Harapan kami pemerintah dapat membantu masyarakat, misalnya pemberian masker,” pungkasnya. (tc/Dinas Kominfo).
Bidang Pengelolaan Informasi dan Saluran Komunikasi Publik
Sumber: Pemko TanjungPinang

