Wagub Kepri Dorong Pemuda Konsisten Jaga Kelestarian Lingkungan Pesisir

BATAM — Wakil Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Nyanyang Haris Pratamura memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan IPK Peduli Lingkungan yang diselenggarakan Ikatan Pemuda Karya (IPK) Kepri bersama IPK Batam di Pantai Vio Vio, Jembatan 5 Barelang, Galang, Batam, Selasa (8/9/2026).
Nyanyang menyebut kegiatan tersebut merupakan bentuk konkret kepedulian generasi muda terhadap keberlangsungan lingkungan. Selain itu, kegiatan ini juga dinilai mampu memperkuat budaya gotong royong yang melibatkan pemerintah, organisasi kepemudaan, serta masyarakat.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya dan ucapan terima kasih yang tulus kepada IPK Kepri dan IPK Batam selaku penyelenggara,” kata Nyanyang dalam sambutannya.
Menurutnya, partisipasi pemuda dalam kegiatan pelestarian lingkungan membuktikan bahwa generasi muda memiliki peran penting sebagai agen perubahan sekaligus calon pemimpin masa depan yang mempunyai perhatian terhadap kelestarian alam.
Nyanyang mengatakan, pembangunan daerah tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepada pemerintah. Dibutuhkan kolaborasi dengan organisasi kepemudaan serta berbagai unsur masyarakat sebagai kekuatan sosial dalam menghadapi beragam tantangan pembangunan.
“Ketika komunikasi berjalan dengan baik, ketika para pemuda ikut mengambil peran aktif, dan seluruh elemen masyarakat duduk bersama menyatukan aksi nyata, maka tantangan seberat apa pun pasti bisa kita lalui bersama,” ujarnya.
Ia turut menyinggung tantangan menjaga kelestarian lingkungan di wilayah kepulauan seperti Kepri. Sebagai provinsi berciri maritim, kawasan pesisir menghadapi berbagai kondisi lingkungan, di antaranya tingkat kelembapan udara yang tinggi, paparan sinar matahari tropis, perubahan arah dan kekuatan angin laut, serta kondisi cuaca yang sulit diprediksi.
Dalam kondisi tersebut, aksi bersih pantai yang dilakukan IPK dinilai menjadi gambaran nyata ketangguhan sekaligus kepedulian pemuda dalam menjaga lingkungan.
“Aksi bersih pantai dan peduli lingkungan hari ini bukan sekadar gerakan pungut sampah biasa. Ini adalah simbol kemenangan atas dedikasi, disiplin, dan ketangguhan mental,” tegas Nyanyang.
Ia berharap kegiatan serupa tidak hanya dilakukan sebagai kegiatan seremonial, melainkan dapat dilaksanakan secara rutin dan berkesinambungan.
Nyanyang menjelaskan, kegiatan IPK Peduli Lingkungan mempunyai beberapa tujuan strategis. Pertama, sebagai sarana edukasi dan meningkatkan kesadaran publik. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat dan pengunjung pantai diharapkan semakin memahami bahwa menjaga kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama.
Kedua, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya rehabilitasi ekosistem pesisir. Kebersihan pantai perlu dijaga dari berbagai jenis sampah yang berpotensi mencemari laut serta mengganggu keberlangsungan rantai makanan hayati.
Ketiga, kegiatan tersebut turut berperan dalam membangun karakter kepemudaan. Nyanyang menilai organisasi kepemudaan seperti IPK tidak hanya memiliki tanggung jawab dalam mencetak kader yang kuat secara organisasi, tetapi juga harus mampu membangun kepekaan sosial serta kepedulian terhadap lingkungan.
Ia pun mendorong IPK Kepri dan IPK Batam agar terus melakukan transformasi menjadi organisasi yang adaptif dan profesional dalam menghadapi berbagai isu global, termasuk persoalan perubahan iklim dan keberlanjutan lingkungan.
Lebih lanjut, Nyanyang menyampaikan bahwa kondisi lingkungan pesisir yang bersih dan terawat turut memberikan pengaruh terhadap perkembangan pariwisata bahari di Kepri.
Pantai yang bersih, nyaman, dan terjaga, menurutnya, dapat meningkatkan daya tarik bagi wisatawan dari dalam maupun luar negeri. Peningkatan jumlah kunjungan wisatawan kemudian berpotensi memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat yang berada di sekitar kawasan wisata.
“Mulai dari sektor transportasi, kuliner pesisir, hingga para pelaku UMKM setempat,” jelasnya.
Ia menambahkan, perkembangan pariwisata yang berlangsung secara sehat pada akhirnya dapat mendukung penguatan kemandirian ekonomi daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Dalam kesempatan tersebut, Nyanyang juga meminta perangkat daerah terkait serta pengelola lingkungan untuk memperkuat program pendampingan, menyediakan fasilitas tempat sampah yang memadai, dan meningkatkan kampanye mengenai pentingnya perilaku ramah lingkungan.
Ia mengingatkan agar gerakan yang telah dimulai oleh para pemuda tidak berakhir ketika kegiatan selesai. Menurutnya, aksi tersebut harus diteruskan melalui sistem pengelolaan lingkungan yang dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan.
Kepada seluruh kader IPK Kepri dan Batam, Nyanyang berpesan untuk senantiasa mengutamakan keselamatan selama menjalankan kegiatan, menjaga kekompakan, serta menjadi pelopor dalam upaya pelestarian lingkungan di mana pun berada.
“Bersama pemuda, kita jaga bumi pertiwi,” pungkasnya. (iw)
Sumber: Diskominfo Kepri

